Aku Ngga Suka Buku ini

Minggu, Desember 11, 2016

Mungkin itulah kata-kata yang keluar dari mulutku saat selesai membaca buku lama Tere Liye yang berjudul "Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin". "Wah telat banget ya lu bacanya?" Ya gitu, baru beli kemarin (dengan voucher yang akan berakhir bulan desember).

"Bagus kok bukunya.." Iya bagus, i like it, i can't to stop read it. selalu penasaran membuka setiap lembarannya. Tapi endingnya. aku gasuka. Ini persis saat membaca buku Tere Liye yang lain yang berjudul Sunset Bersama Rosie. Aku gasuka. itu saja.


Sebelum membaca buku ini, aku selalu bergumam melihat ataupun membaca judulnya (dari dulu). "Emang dia tau perasaan daun yang sebenarnya?", siapa tau daun memang benar-benar membenci angin. Atau hanya sekadar membenci dirinya sendiri yang menua, hingga gugur. Mati. Aku bukan daun. Jangan tanyakan apapun lagi.

Di kedua novel Tere Liye yang pernah kubaca (Sunset Bersama Rosie dan Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin) ini ternyata memiliki kesamaan ending. I mean, ada tokoh pembantu yang tersakiti atas sikap tokoh utama.

Benci sekali melihat "ke-egoisan" Rosie ataupun sikap rahasia dari Danar. Atau latar usia tokoh yang terpaut jauh?Anak seusia 11 tahun mencintai mas mas 25 tahun? Itu sempat membuatku berpikir yang tidak-tidak. Entah. Aku mungkin tak siap dengan endingnya. Terlalu banyak disumpali cerita manis. Cerita dongeng yang endingnya selalu bahagia.

Aku hanya benci Sad Ending ternyata, bukan bukunya. Oiya, ini bukan resensi ataupun review, yakali. :|

You Might Also Like

4 komentar

Instagram