Apa Sih yang Akhirnya Kamu Capai di Usiamu Saat ini Selain Selalu Mengeluh?

Jumat, Februari 10, 2017

Sebelum ngomongin sesuatu yang sebenarnya ngga penting banget ini, let me show you apa sih arti mengeluh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia? Gaperna nyari kan? Aku sedang berbaik hati.


keluh/ke·luh/ n ungkapan yang keluar karena perasaan susah (karena menderita sesuatu yang berat, kesakitan, dan sebagainya);
-- kesah segala ucapan yang terlahir karena kesusahan (kepedihan dan sebagainya);
berkeluh/ber·ke·luh/ v mengeluh;~ kesah melahirkan perasaan susah dengan mengaduh, menarik napas, dan sebagainya;
mengeluh/me·nge·luh/ v menyatakan susah (karena penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dan sebagainya): meskipun tugas itu sangat berat, tetapi tidak seorang pun yang ~;
mengeluhkan/me·nge·luh·kan/ v mengeluh tentang sesuatu: ia ~ perlakuan yang tidak adil;
terkeluh/ter·ke·luh/ a tidak sengaja mengeluh;
pengeluh/pe·nge·luh/ n orang yang suka mengeluh;
keluhan/ke·luh·an/ n apa yang dikeluhkan; keluh kesah


Pasien mengeluh.
Dokter mengeluh.
Klien mengeluh.
Desainer mengeluh.

Sungguh pantun yang memukau khalayak ramai,

Semua pernah mengeluh. Dan semua juga sudah tau itu. Entah itu hal yang besar ataupun hal sederhana saat kamu ngga menemukan gunting kuku yang semalam kamu yakin betul meletakkannya di sana. Setiap hari ada saja yang kita keluhkan. Ada sampai diada-adakan agar hidup terasa lebih dramatis. Mengeluh karena diri-sendiri sampai mengeluh ke presiden Trump yang bahkan bukan presiden kita saat ini. Bahkan mengeluh saat tak punya ide perihal apa yang ingin dikeluhkan! Keluhception.



Pernahkah kalian tanpa sadar bergumam,

"Kok gue gini-gini aja sih?"
"Padahal seumuran, dia udah bla-bla-bla, gue masih gada perubahan.."
"dll.."

Kalau kalian pernah? Sama. sama banget. Hampir setiap hari secara sadar bahkan ngga, keluhan-keluhan itu muncul bergiliran. Kayak ga pernah ngerasa adil terhadap apa yang diberikan saat ini, wajar sih namanya juga masih manusia. Kayak ngga pernah ngerasa puas dengan apa yang dimiliki saat ini, walau kadang itu suatu hal yang bisa memacu untuk lebih baik sih tapi tidak jarang malah membuat diri ngerasa rendah banget dibandingkan yang lain. hmm..

Pernah sekali liat sepotong ceramah di postingan salah satu media Islam di Instagram. Intinya begini, rezeki itu jangan lihat ke yang lebih tinggi. Lihatlah ke yang lebih sedikit, niscaya kamu akan bersyukur. Bikin mikir lagi, ya bener sih ya. Itu seolah tamparan atas keluhan perihal "Dia enak ya, punya kerjaan bagus..", padahal di sisi lain, ada lho zra seumuran kamu yang sampai saat ini belum diberikan rezeki sebanyak kamu. Oh ok. Bener juga :| <-- Itu contoh ngeluh di bidang keuangan #apaansi.

Beberapa saat bersyukur, terus beberapa hari kemudian mengeluh lagi dengan hal yang sama. gitu aja terus. xD

"Eh dia kok bisa gitu ya, kok gue ngga? Padahal kan sama-sama punya waktu 24 jam.."

Errr. Kadang kita cuma bisa iri aja, tanpa pernah tau apa yang ia korbankan untuk hal itu. Iya, cuma bisa bilang "enak ya dia bisa gitu..", tanpa pernah mencoba melakukan hal sama. Shake my head..

"Ngeluh mulu sih, bersyukur dong!"

Iya, iya ntar abis gue di kasih sesuatu kek orang itu. #Yha

Eh, eh bentar deh. Biar nih postingan ada "isinya", ada lho sisi baik ngeluh tapi di tempat yang tepat tentunya. Iya, ngeluhnya ke sang pencipta langsung.

“Allah marah jika engkau tidak meminta kepadaNya…dan anak Adam jika engkau meminta kepadanya iapun marah”

Maksudnya, walau Dia sudah tau apa yang ada di hati kita, Allah tetap ingin kita menyampaikan keluhan kita apapun itu meski hal sepele sekalipun, itu bukti bahwa kita emang makhluk yang lemah dan hina. Sombong banget kita ya, ga mau berdoa.. :( #BeratBerat.. You can read this topic in here.

Kembali ke topic, lalu apasih yang akhirnya kamu capai di usiamu saat ini selain selalu mengeluh? Jawabanku, gatau. Maksudku aku selalu tau apa yang orang lain capai, tapi tak pernah benar-benar ingin tahu apa yang sebenarnya sudah ku capai. Selain aku yang masih begini-begini aja, selain aku yang sudah tertinggal jauh dari orang lain. Astaghfirullah.. :(

"Duh, kok isinya ngeluh ngeluh mulu sih, ngga da faedahnya sama sekali. Kembalikan waktu berharga ku yang telah cape cape membaca ini hingga akhir!!"

Tuh kan ngeluh lagi. Kurangin ah. :|

You Might Also Like

4 komentar

  1. Mungkin, salah satu alasan, kenapa syukur kita cepat memudar kemudian keluh datang lagi dengan barbar; ialah karena kita membandingkan diri dengan orang lain, yang walau dalam kondisi tidak lebih baik dari kita.

    Semoga kamu, dapat terus mengerjakan yang sedang dikerjakan dengan bahagia dan sebaik-baiknya, dan sukses--apapun tipe sukses dalam benakmu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyasiih. mungkin terlalu sering membandingkan. eheh. thanks. aamiin. :|

      Hapus
  2. True. Kita banyak mengelukan pencapaian orang lain, meanwhile ketika ditanya kita udah mencapai apa, jawabannya: gak tau. We can't even decide what we've done padahal di mata orang lain itu pun adalah suatu pencapaian. Kuncinya adalah bersyukur. Semoga kita termasuk ke dalam insan yang mudah bersyukur. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Thanks for your kind words. Semoga memang lebih banyak bersyukur. :)

      Hapus

Instagram