Coco-The Best Movie of 2017 (Bukan Review)

Sabtu, November 25, 2017

Jum'at malam itu, aku sudah bertekad untuk menonton film yang sejujurnya sudah kutunggu setahun belakangan. Maksudku, teaser poster yang diunggah oleh pixar dulu sukses membiarkanku menanti berharap "Thanks giving" segera datang. Aku jujur tak mengerti sama sekali dengan trailernya, dan akupun tak ingin terlibat lebih dalam mencari maknanya. Banyakyang bilang ini ngikutin film yang bertema sama berjudul "Book Of Life", tapi hei there is nothing new in this world



Hujan malam itu tak mengurungkan niatku menonton film ini. Bergegaslah aku jauh-jauh ditemani awetnya gerimis. Tak ada antrian sama sekali malam itu, Aku terlalu awal datang yang membuatku harus menunggu satu jam lebih di depan ruang cinema satu. Tak apa. 

Dan mulailah kita diijinkan masuk ke dalam bioskop, waktu menunjukkan pukul 21.45 WIB, persis seperti yang terjadwal. I'm so excited.

Sebelum Coco ditanyangkan, ada spin-off pendek cerita kerajaan beku yang biasa dikenal dengan Frozen, yang mengisahkan tentang Olaf. Tak ada yang istimewa, mungkin memang bukan aku target pasarnya. Disney memang selalu begitu, selalu ada cerita animasi pendek yang menemani cerita utama. 

Coco pun tayang. Babak demi babak diperlihatkan pixar. Persis seperti yang ku pelajari di studi ku. Formula yang pixar gunakan dalam filmnya selalu sama. Dan itu yang membuatnya istimewa. 

Coco sukses menjadi film masterpiece pixar. Pun sukses membuat animasi ini masuk dijajaran teratas animasi favoritku sepanjang masa. 

Aku kehabisan kata dengan film ini. Breathtaking and Beautiful. Pun soundtrack yang begitu indah. Aku memberi skor untuk film ini sebesar 10/10. Sudah lama sekali tidak menonton film animasi sebagus ini.

Note my words : This movie gonna win Best Animated Feature Film Oscar 2018.

In the end. Beberapa kali aku menangis. Tonton! Anyway, im gonna watch this movie again soon in 3D.


As i said, ini bukan review.

You Might Also Like

0 komentar

Instagram