Dilan, Cringey at It Best!

Kamis, Januari 25, 2018


Hanya karena saya menulis tentang film di dua postingan terakhir saya, bukan berarti blog ini bakal jadi blog film ya. :))

Teringat lebih dari sebulan yang lalu, saat pertama kali melihat trailer Dilan. Banyak sekali yang kecewa, menghujat habis habisan, berkomentar seolah paling mengerti betul dengan cerita ini. Terlebih lagi Iqbal yang didapuk menjadi tokoh Dilan, Memang sudah menjadi kontroversi sejak 
awal sih sebenarnya, ntah haters ataupun pencinta bukunya merasa kecewa. Termasuk saya, yang saat melihat trailer yang begitu mengernyitkan dahi. Seriously, apa-apaan ini!?




Walaupum begitu, saya tetap memutuskan untuk menonton dan menilainya sendiri. Tak terlalu banyak berharap memang, sebab dari awal sudah yakin betul bakal cringey sepanjang film. Dan film nya pun mulai diputar, di adegan awal pun sudah mengernyitkan dahi, too much. Sampai akhir pun begitu. Lalu aku berpikir lagi, lah bukannya emang bukunya juga gitu ya? Penuh gombalan yang tak biasa. 

Oh iya, di hari pertama penayangannya. Satu studio full. Ribut sekali, ramai dengan gelak tawa penonton hampir setiap adegan. But i can’t deny it, this movie is pretty fun to watch, at least for you who have read the novels. 

Semuanya menyenangkan, kecuali penonton yang tepat di samping kanan saya. Seorang lelaki dengan tampang bringas, tak bisa diam, tiap adegan berkomentar, tiap detik ngecek hape yang tidak ada notifikasinya, bau mulutnya astaga (perokok akut kayaknya), sempat nelfon juga, dan yang paling parah sampai video call. Di bioskop. The worst kinds of audience.

Overall, Dilan sama sekali bukan adaptasi yang buruk. Tidak sempurna memang, tapi kalo boleh jujur ini adalah film adaptasi yang paling mendekati aslinya. Dan iqbal nailed it! Walau dengan tampang imutnya, ia masih bisa terlihat galak. So, sampai ketemu di Dilan 1991!

Dilan 1990, 3.5/5

You Might Also Like

2 komentar

Instagram